Featured Post Today
print this page
Latest Post

Senja di Musim Kemanusiaan


Cerpen Karangan: MH Thamrin Hasibuan

Alhamdulillah, kami sebangsa senegara sedang bergembira. Gembira bukan sembarang. Kami mendapat anugerah yang membahagiakan. Jikalau kalian sebut anugerah itu berupa minyak bumi, palawija, kayu-kayuan atau hasil bumi yang lain, hah, kalian salah! Kami sudah punya semuanya itu dari dahulu kala. Pun kalian menduga anugerah yang kami maksud ialah sifat sabar, rela, ikhlas dan pasrah, hah, kalian lagi-lagi salah! Kami pula bersifat itu dari masa purba. Dan apabila kalian tebak sekali lagi anugerah itu berbukti kebebasan untuk melaksanakan hak azasi kami, hah, kalian tetap salah! Belasan tahun dari sekarang kami sudah mulai berhak dan berazas.Maka sebaiknya kami beritahu anugerah kepada kalian sesungguhnya:

Sebagai negeri tropis, kami mengalami dua musim, musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan ialah ketika curah hujan di atas daratan dan lautan negeri kami meningkat karena…hmm, untuk selanjutnya, juga pengertian musim kemarau tiada perlu kami jelaskan. Sebab kalian sudah pasti mengetahui juga dari buku-buku pelajaran di bangku sekolah. Dua musim itu kami saksikan sepanjang tahun dan sepanjang puluhan abad.
Akan tetapi kami mengalami satu musim lagi yang kalian merasa asing sama sekali. Kami bersumpah, satu musim ini kalian tidak pernah sekali-kali mendapatkan pengetahuannya dari ruang pendidikan. Namun, tidak usahlah mengiri terhadap ketidaktahuan kalian, karena musim yang terakhir ini baru-baru kami ketahui juga pada tahun-tahun belakangan. Sebaiknya kalian mempersiapkan tim periset dari negeri kalian masing-masing untuk membantu kami menyusun pengetahuan tentang satu musim itu supaya dapat dimasukkan ke dalam batasan ilmu tertentu.
Si musim satu itulah anugerah kami. Tak mengerti kami dapatkan dari mana anugerah itu, Tuhan kah yang memberi, kebetulan kah, rekayasa ilmuwan kami? Meski mengerti pun tidak, kami mengalami musim itu. Oleh sebab pengetahuan kami masih buram, nama musim pun belum kami buat sepakat. Tetapi untuk kalian, boleh saja kami berikan nama sementara: Musim Kemanusiaan.
Musim kemanusiaan belum lagi lama mendarat. Ini adalah saat-saat paling mengharu-biru dan membahagiakan. Pada musim tiba, tiada satu kesusahan nampak berat pada kami. Satu manusia kesulitan, apalagi lebih, manusia lain menolong. Si sulit dan si penolong sungguh tidak saling mengenal. Mereka diperkenalkan oleh musim kemanusiaan belaka.
Beberapa waktu lalu, seorang dari kami yang hijrah ke Timur Tengah untuk bekerja mengalami musibah. Ia dituduh membunuh seorang tuan kerjanya. Tuduhan yang mengakibatkan dirinya dibayang-bayangi hukuman mati oleh pengadilan negara setempat. Kabar musibahnya cepat sekali sampai di negeri kami. Keberuntunganlah bagi saudara kami di seberang karena musibah terjadi saat musim kemanusiaan. Para penolong bermunculan secepat berita yang sampai itu. Tenaga, uang, pikiran dikeluarkan tanpa keluh kesah. Walhasil, saudara kami batal diperhadapkan kepada barisan algojo. Ia akhirnya dipulangkan setelah mahkamah memutuskan dirinya tidak terbukti melakukan pembunuhan terhadap tuan kerjanya.
Usai penderitaan yang satu, yang lain tinggal menyusul. Terjadilah tanpa diduga-duga bencana alam banjir bandang akibat kebotakan hutan di pedalaman Sumatera Utara. Empat desa habis dihajar air bah. Seratus jiwa lebih tewas dan dua kali lipatnya lagi hilang terbawa arus. Anak-anak kehilangan induknya, rumah tinggal ambruk berkalang lumpur dan wabah penyakit siap mengancam. Cukup beberapa jam setelah berita bencana, kapal terbang pengangkut bantuan segera melepas pacunya dari bandara Halim. Penolong serba-serbu menyuarakan keprihatinan di beragam media massa, disusul pertolongan uang, tenaga dan pikiran.
Banjir di Sumatera meringkus banyak nyawa. Namun demikian semuanya disantuni, rumah-rumah yang hancur dibangun segera, posko pengungsian menyediakan segala keperluan, dokter-perawat dan obat-obatan diberangkatkan sesuai butuhnya, anak-anak korban disediakan sekolah sementara. Dengan begitu bencana maha dahsyat terasa tidak begitu parau di dalam dada para korban.
Urusan banjir di pedalaman Sumatera belum kelar, kebakaran hebat melanda Jakarta. Sebuah pemukiman yang terkenal sebagai paling padat Sebenua Asia serta merta menghangus jadi arang. Kebakaran tak sanggup melahirkan korban jiwa, tetapi cukup membuat 120 rumah tinggal cerita dan 500 lebih manusianya terancam jadi gelandangan.
Untuk sekian kali musim kemanusiaan mengirimkan para penyelamat. Kamp pengungsi korban kebakaran berdiri seketika. Sebagian diinapkan di tenda-tenda yang layak, sisanya dialihkan ke sebuah rumah susun milik negara. Dan keprihatinan menjadi hukum yang wajib diutarakan seluas-luasnya oleh para penolong, lewat televisi, koran, majalah, radio dan internet.
Kebakaran pemukiman pada akhirnya berlalu kisahnya. Rumah-rumah baru lekas didirikan, berkat para penolong di musim kemanusiaan. Sementara beribu kilometer dari Jakarta, rumah baru bagi penderita banjir bandang nyaris selesai pembangunannya.
Hufh, andai saja kalian dapat melihat sendiri, betapa musim kemanusiaan lambat laun sedang menggapai puncaknya. Derita anak manusia sebagian menjadi derita pula bagi sebagian yang lain. Pendek kata, di negeri kami saat ini, tak boleh dibiarkan manusia sengsara seorang atau sekelompok diri. Satu jiwa manusia adalah jiwa bagi manusia selebihnya. Tentu sangat sukar kalian membayang-bayangkan musim kemanusiaan ini kecuali melihat dengan mata kalian sendiri.
Cerita yang kami sampaikan singkat di atas sebetul-betulnya hanya contoh kecil tak seberapa. Dalam musim kemanusiaan anak yang putus sekolah segera disambung pendidikannya, yang hidup dicukupi, yang mati diurus kematiannya, yang hilang pekerjaan langsung diganti dengan pekerjaan baru, yang kehabisan modal berdagang ditolong permodalannya dan yang sakit segera diupayakan sembuh penyakitnya.
Sungguh, kami tak akan menceritakan yang lebih besar kepada kalian, takut-takut kalian justru menganggap kami menceritakan takhayul. Musim kemanusiaan terus berjalan bersama duta kemanusiaan yang diutus untuk menolong kesulitan sesama.
Namun begitu kami belum lagi mengerti hakikat musim kemanusiaan. Oleh sebab itu kami bercerita kepada kalian supaya kalian dapat ikut serta memikirkan:
Musim kemanusiaan mengapa datang hanya lima tahun sekali? Bukan lebih baiknya setiap tahun kami merasakan? Kami percaya kehadiran sang musim agung itu ditandai oleh semakin dekatnya masa pergantian juru kelola negara. Selebihnya kami ragu.
Kalian, rupa-rupanya musim kemanusiaan itu menghendaki berkibarnya panji-panji. Para utusan kemanusiaan itu datang bersama panji yang dibawanya. Di dalam panji itu terdapat warna-warna dan gambar-gambar tertentu. Bagaimana pun, mereka nampaknya menolong dengan sangat tulus dan kami yang ditolong menyambutnya dengan teramat berbahagia. Mereka adalah dewa penyelamat kami dari jurang kesusahan. Jadi betapa perkataan mereka, akibat pertolongan sebegitu besar telah diberikan, kami pun mengamininya sebagai balas terima kasih.
Satu ucapan terima kasih dari kami yang mendapat pertolongan dapat kalian lihat pada sederet rumah-rumah baru di pedalaman Sumatera dan pemukiman padat Jakarta yang kami ceritakan tadi. Tembok rumah-rumah baru sebagian kami dibiarkan dicat dengan lukisan wajah duta kemanusiaan supaya tidak kami lupakan pertolongan mereka. Wajah, bersama warna dan gambar panjinya. Beragam rupa warna dan lambang panji mereka. Merah, kuning, hijau, biru, putih bersama lambangnya sendiri-sendiri: banteng, kayu beringin, dua bulan sabit bertolak belakang, Ka’bah, lambang mobil Mercedes Benz, matahari, kepala burung rajawali, bola dunia tersimpul tali serta lain-lain. Itu saja pernyataan terima kasih kami yang rasa-rasanya sangat kecil dari pada pertolongan mereka
Tahun tidak terasa telah berganti yang baru. Musim kemanusiaan sedikit lagi memuncak. Duta kemanusiaan kian meramaikan negeri kami. Penderitaan manusia semakin tidak mendapat kesempatan berkembang. Di mana timbul susah, di situ muncul penolong. Rumah-rumah dan pakaian kami dipenuhi banyak gambar duta kemanusiaan.
Belakangan, kami bertambah tidak mengerti. Lebih banyak penolong jumlahnya dari pada yang mendapat derita. Penderitaan tiada mudah dijumpai di negeri kami pada puncak musim kemanusiaan. Sementara kelompok duta kemanusiaan sudah terlanjur ingin memberikan pertolongan.
Maka tidak disengaja sebetulnya bahwa kami mendengar desas-desus dari angin yang mengabarkan lebih atau kurang seperti ini:
“Bagaimana jadinya sekarang, tak ada lagi yang membutuhkan pertolongan. Semua orang berbahagia. Semakin jarang pertolongan kita dibutuhkan manusia lain. Kan, musim kemanusiaan belum selesai?”
“Ah, kau. Mudah saja, bukan. Tinggal lagi kita rancang suatu kesusahan buat orang lain, lalu kita dapat menolongnya lagi. Setuju?”
Dan setelah kabar angin itu—kami belum memeriksa kefasihannya, kebakaran melanda lagi rumah-rumah di Jakarta. Dari negeri kami sebelah timur yang sejak dahulu terkenal tenggang rasa merebak kerusuhan yang katanya dipicu sentimen agama. Tak begitu jauh dari Jakarta, kerusuhan satu agama berbeda paham meledak seperti letusan gunung. Di Jakarta sendiri, selain kebakaran kerap terjadi pembunuhan oleh kelompok-kelompok liar yang sama sekali tidak diketahui akar rumput persoalannya. Dan semua yang kami maksud tentu saja mendulang penderitaan sangat besar.
Kemudian hari, bersama panji-panji di belakangnya, kami dapat melihat duta kemanusiaan datang silih berganti membawakan pertolongan. Semua demi musim kemanusiaan yang sebentar lagi mungkin berakhir.
Kami sedang memperhatikan senja di musim kemanusiaan. Sungguh-sungguh harus diakui kami tidak mengerti terhadap musim yang satu ini. Dari itu kami rasa sangat penting menceritakannya kepada kalian, barangkali kalian akan dapat lebih mengerti.
Pejaten, 2013
(Senja Di Musim Kemanusiaan merupakan salah satu cerpen MH Thamrin Hasibuan dalam buku antologi cerpen Pasca Kematian Paman Gober, Indie Book, Yoyakarta, 2013)


0 komentar

Sajak Alif


Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

kautulis kearifan pada alif
huruf pertama panggilanmu
gerbang terdepan ke taman hatiku
ketika sunan kalijaga
menggembala umatnya
alif pun menjadi tongkatnya

pada tongkat isa tertulis cinta-kasihmu
pada tongkat musa terukir keajaibanmu
ketika tongkat mengetuk batu
mata air pun terpancar
darah abadi bagi kehidupan

kautulis kemuliaan pada alif
huruf terdepan panggilanmu
kauturunkan alif dari arasy ke bumi
debu pun menjelma kemuliaan sejati
alif terbentang di hati orang pilihan
jalan lurus menuju haribaanmu

1987


0 komentar

Merengkuh Peristiwa



11 Tahun sudah lamanya, 11 Tahun telah berlalu, namun teriakan itu masih jelas terngiang di telingaku, suara suara jeritan meminta pertolongan masih terekam dalam memoriku waktu itu, ya itulah pagi Minggu yang mencekam, yang berhasil merubah semua cerita tentang masa depan. 

Pagi itu deburan ombak yang selama ini kuanggap teman menjadi musuh yang begitu menyeramkan. Kau datang begitu cepat, bahkan kau tak memberiku waktu untuk mendengar marah dari ibuku, tangis dari adikku, kau datang begitu cepat mengagetkan, membuatku tersentak, tak memberiku peluang tuk berucap maaf pada wanita pertama yang menjadi cintaku, kini 11 tahun berlalu kenangan tentangmu takkan terhapus dari benakku, ku tak membencimu, ku tak dendam padamu, ku tau kau telah membawa sang ibu, maka izinkan aku bercerita tentang getirku saat kau rengkuh aku dalam ombakmu

Oleh: Cut Habibi
0 komentar

Cara Mengatasi Jerawat


Jerawat adalah problem wajah yang sangat mengganggu,terutama penampilan.Ada banyak pendapat bahwa jerawat adalah ciri khas remaja yang sedang memasuki masa pubertas.Dan memang kalau hanya satu atau dua saja umumnya tidak terlalu dipermasalahkan.Namun apa jadinya jika jerawat yang melekat pada wajah cenderung berjumlah banyak dan sulit menghilang.
Karena membuat risih atau jengkel sang empunya,biasanya mereka melakukan pemencetan.Namun memencet jerawat yang terus tumbuh bukanlah sebuah ide bagus,karena bisa meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan atau terjadi infeksi dan iritasi.

Jika jerawat yang tumbuh dimuka kamu seakan tiada habisnya,sebaiknya cari tahu cara mengatasi jerawat yang efektif.

Banyak sekali iklan obat jerawat yang katanya secara instan bisa menghilangkan jerawat tanpa bekas dengan cepat.Memang sih obat obatan tersebut terkadang bisa menyembuhkan jerawat dengan cepat,namun efek samping dari bahan kimia yang dipakai terkadang lebih buruk dari pada jerawat itu sendiri.

Nah untuk itu sebaiknya kamu coba cara mencegah timbulnya jerawat berikut,daripada pusing entar karena bingung dengan cara mengobatinya.

Berolahraga: Olahraga atau melakukan akitifitas fisik akan mendorong tubuh untuk mengeluarkan keringat.Keringat tersebut berguna untuk mengeluarkan racun-racun dalam tubuh .

Minum air putih: Air putih bisa juga dipakai sebagai terapi Kesehatan yang sangat ampuh.Berbagai penyakit berat bisa dicegah dengan hanya rajin minum air putih yang cukup setiap hari. Air dalam sistem metabolisme tubuh adalah seperti pelarut yang melarutkan segala macam zat-zat racun yang mengendap di dalam tubuh. Bila organ-organ tubuh sering "dibilas", maka sudah pasti organ dalam tubuh kita akan bersih.

Jauhi stress: Stress adalah pemicu utama yang bisa semakin menyuburkan tumbuhnya jerwawat pada wajah kamu.

Jenis makanan yang di konsumsi:Beberapa jenis makanan bisa  berpengaruh besar terhadap pertumbuhan jerawat di wajah.Hindarilah makanan yang bisa mengganggu proses pencernaan.Seperti makanan pedas pedas bisa mengganggu proses pencernaan,maka jangan terlalu sering mengkonsumsinya.


Jaga selalu kebersihan wajah:Kotoran yang menempel di wajah juga berperan besar terhadap pertumbuhan bakteri penyebab jerawat di wajah. Orang yang tidak membersihkan wajahnya dari make up ketika tidur lebih rentan terkena jerawat dibandingkan mereka yang tidak menggunakan make up. Bakteri jerawat akan dengan mudah tumbuh jika kulit tertutup oleh make up.

Membersihkan wajah sebelum tidur adalah cara yang  ampuh untuk mencegah tumbuhnya jerawat di wajah.Namun jangan terlalu sering juga membersihkan wajah karena  akan membuat kulit menjadi kering dan kasar. Membersihkan wajah cukup 2 kali sehari saja.

Cara menghilangkan bekas jerawat.

Jerawat bisa meninggalkan bekas ketika sudah sembuh berupa noda noda/flek hitam.
Salah satu solusi hilangkan bekas jerawat adalah dengan menggunakan cream pemutih,walaupun sangat sulit untuk kembali mulus seperti sebelum berjerawat.Cara yang lain adalah menggunakan terapi laser, namun cara ini tentu biayanya mahal.


Ada cara-cara alami yang banyak dianjurkan seperti menggunakan bubuk kayu cendana yang di buat pasta seblum digunakan.Bubuk cendana yang sudah dibikin pasta itu dioleskan saja pada bekas jerawat dan biarkan semalaman. Basuh dengan air bersih pagi harinya. Dengan penggunaan yang rutin terbukti ampuh untuk mengurangi noda-noda hitam bekas jerawat.
0 komentar

Save PMI dengan Jaminan Perlindungan bagi Petugas Palang Merah, Sahkan #RUUKepalangmerahan


Penyalahgunaan Lambang Palang Merah di Indonesia sampai saat ini bisa dibilang sangat miris, di mana semua pihak baik individu maupun kelompok dapat dengan bebas mempergunakan Lambang tersebut baik untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya, baik untuk sekedar memakai sampai dengan untuk bisnis. Dan imbasnya adalah pengguna Lambang yang berhak memakainya dalam hal ini Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Medis Militer TNI dianggap sama dengan pemakai lambang lainnya, alhasil Lambang Palang Merah yang memiliki karakter "Netral" tidak dianggap lagi kenetralannya.

Salah satu kejadian yang amat merugikan antara lain pada kejadian Demo BBM di Jakarta beberapa tahun silam. Dimana terdapat Ambulans dengan lambang "Palang Merah" yang memasok batu dan kayu untuk para demonstran. Karena mengganggap bahwa Ambulans yang lewat berlambang Palang Merah, maka dibiarkan lewat oleh aparat. Namun sayang itu bukan ambulans PMI maupun Dinas Medis Militer, dan penggunaan lambang Palang Merah telah disalahgunakan.

Kejadian berikutnya terjadi di Puncak Jaya pada Juli 2013, dimana salah satu Petugas PMI meninggal dunia dan 2 (dua) orang terluka karena menjadi sasaran tembak oleh orang tak dikenal saat melakukan tugasnya menjemput pasien di Perkampungan terpencil Puncak Jaya. Dan hal ini disinyalir karena pengabaian penggunaan Lambang Palang Merah bagi petugas PMI.

Berlatar belakang dari beberapa hal tersebut serta mengacu pada banyaknya penyalahgunaan lambang palang merah dan bulan sabit merah oleh berbagai pihak tanpa ada upaya apapun untuk penertibannya, baik dari pemerintah maupun dari PMI sendiri sebagai perhimpunan nasional kepalangmerahan yang telah ditunjuk oleh pemerintah, maka dirasa perlu untuk mendorong pengesahan RUU Kepalangmerahan oleh DPR RI.

Presiden Soekarno paska Proklamasi Kemerdekaan mengintruksikan Menteri Kesehatan pada saat itu untuk membentuk Organisasi Kepalangmerahan. Indonesia telah memilih tanda khusus palang merah untuk dinas medis TNI dan menunjuk Perhimpunan Palang Merah Indonesia sebagai perhimpunan nasional yaitu organisasi yang melakukan pekerjaan berdasarkan Konvensi Jenewa 1949 dan secara resmi Palang Merah Indonesia didirikan pada tanggal 17 September 1945.

Keberadaan organisasi Palang Merah Indonesia juga memberikan kontribusi terhadap pengakuan Internasional oleh berbagai Negara sebagai Bangsa dan Negara paska Kemerdekaan. Palang Merah Indonesia merupakan satu-satunya perhimpunan palang merah nasional (National Society) yang memiliki legitimasi berdasarkan Statuta Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Mengapa kita perlu UU Kepalangmerahan?

1.  Karena UU Kepalangmerahan adalah kewajiban Negara sebagai konsekuensi logis pihak konvensi Jeneva Tahun 1949. Sebagaimana dimaklumi, Konvensi Jenewa tahun 1949 telah diratifikasi oleh Negara Republik Indonesia dengan Undang-Undang  no 59 tahun 1958. Dan lebih dari 100 Negara pihak (dari 191 Negara) telah memiliki UU Kepalangmerahan.
2. PMI sebagai bagian dari Gerakan Palang Merah atau Bulan Sabit Merah   Internasional wajib melakukan diseminasi Hukum Perikemanusiaan Internasional. PMI sebagai Perhimpunan Nasional yang ditunjuk Pemerintah berdasarkan Kepres No 25 tahun 1950 dan Kepres No 246 tahun 1963 mendukung Pemerintah untuk melaksanakan kewajibannya.

Perjalanan RUU Kepalangmerahan di Indonesia

1.  RUU Lambang Palang Merah / Kepalangmerahan diserahkan secara resmi kepada DPR RI pada 12 Oktober 2005 melalui surat Presiden Nomor R.79/Pres/10/2005.
2.  Pembahasan 2006 – 2009 = Deadlock karena ada permintaan salah satu Fraksi agar menyertakan LSM Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) ke dalam UU berstatus sejajar dengan PMI sebagai Perhimpunan Nasional. Permintaan tersebut tidak dapat diakomodir Pemerintah karena: Konvensi Jenewa hanya cantumkan “dinas medis + rohaniwan angkatan peran dan anggota gerakan” yang berhat gunakan lambang Palang Merah/Bulan Sabit Merah. Statuta Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional hanya ijinkan 1 Negara untuk gunakan 1 lambang dan akui 1 Gerakan.
3. RUU Kepalangmerahan pada DPR Periode 2010-2015 telah membentuk Panitia Khusus RUU Kepalangmerahan. Namun pada pembahasannya seperti jalan di tempat sehingga pada periode inipun RUU tidak dapat di sahkan.
4. Periode DPR 2015-2020 pada tahun pertamanya juga tidak ada pembahasan khusus,dan di tahun 2016 pun RUU Kepalangmerahan tidak menjadi RUU Prioritas yang akan dibahas. Posisi RUU Kepalangmerahan di Prolegnas adalah 107 dan tanpa ada upaya serius dari DPR RI serta dorongan dara Masyarakat, maka bisa jadi RUU Kepalangmerahan tidak akan terselesaikan kembali pada DPR RI periode ini !!!

Urgensi pengesahan RUU Kepalangmerahan

1.  Undang-Undang Kepalangmerahan dengan fungsi-fungsi sebagaimana diterangkan diatas merupakan kebutuhan nasional baik pada situasi non-konflik ataupun pada situasi konflik. Undang-Undang Kepalangmerahan merupakan konsekuensi bagi Republik Indonesia yang telah meratifikasi Konvensi Jenewa 1949.
2.  Undang-Undang Kepalangmerahan memberikan kepastian hukum bagi perhimpunan nasional baik pada tataran dalam negeri maupun dalam pergaulan internasional. Perlu disadari bahwa pengabaian hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan lambang untuk tujuan-tujuan lain seperti untuk kepentingan politik, komersial dan berbagai kepentingan lain yang seharusnya dapat dicegah dengan adanya undang-undang.
3. Perjalanan RUU Kepalangmerahan sampai detik ini tidak ada khabar yang menggembirakan, (tidak masuk prioritas tahun 2016 dan no urut prolegnas yang cukup jauh yaitu 107. Dan apakah kondisi ini akan dibiarkan saja? akankah RUU Kepalangmerahan kembali tidak terselesaikan oleh DPR Periode ini? Akankah pelanggaran dan penyalahgunaan Lambang Palang Merah tetap dibiarkan? Akankah aturan-aturan internasional terus dilanggar? Akankah kepentingan Negara dikalahkan oleh kepentingan kelompok atau golongan atas jaminan perlindungan pengguna lambang palang merah?

Untuk itu disini kami mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk #SavePMI dengan mendorong para pemegang kebijakan di Negeri ini... Bapak Presiden RI, Ketua DPR RI dan Ketua Umum PMI untuk segera men sah kan #RUUKepalangmerahan menjadi Undang-Undang Kepalangmerahan.

Salam Hangat
Taufan K
Diseminator PMI


0 komentar

Manfaat Tomat



(Solanum lycopersicum) untuk tubuh dapat diketahui dari berbagai publikasi ilmiah. Misalnya, Edward Giovannucci di dalam publikasi berjudul “Tomato Products, Lycopene, and Prostate Cancer: A Review of the Epidemiological Literature di American Society for Nutritional Sciences”, 2005 berpendapat bahwa masih ada kontroversial seputar manfaat tomat dalam mencegah berbagai penyakit salah satunya kanker prostat.


Manfaat tomat sebagai anti kanker prostat ini disebabkan oleh adanya kandungan lycopene dalam tomat. Lycopene juga terdapat di berbagai produk olahan tomat dan variasinya, seperti: pizza, sup tomat, kecap, jus, salad, saus spaghetti, salsa, pasta tomat. Berbagai produk olahan tomat ini merupakan sumber lycopene yang bioavailability-nya lebih baik daripada buah tomat segar.

Uniknya buah lain seperti anggur merah dan semangka juga mengandung lycopene. Selain kanker prostat, manfaat lycopene juga diduga dapat dirasakan bagi penderita kanker payudara, kanker lambung, degenerasi sel-sel mata karena usia (age-related macular degeneration), mengurangi kadar kolesterol jahat, melindungi kulit dari ganasnya sinar ultraviolet, menghaluskan dan mempercantik kulit, mengurangi kulit keriput, dsb. Selain lycopene, sebenarnya tomat juga mengandung beta carotene, lutein, vitamin E, vitamin C, dan flavonoid (salah satunya: quercetin).

Namun hasil studi di atas dibantah oleh hasil riset yang dilakukan oleh Etminan, M., Takkouche, B. & Caamano-Isorna, F. (2004) dan Schuurman, A. G., Goldbohm, R. A., Dorant, E. & van den Brandt, P. A. (1998) yang menyimpulkan bahwa tidak ada korelasi positif antara tomat dan kanker prostat.

Manfaat tomat pada kanker paru-paru juga masih kontroversial. Beberapa studi menyatakan bermanfaat namun studi lainnya menyimpulkan belum ada korelasi positif antara keduanya (tomat dan kanker paru-paru).

Hasil studi epidemiologi tentang manfaat tomat ini memang masih perlu dikaji ulang, mengingat untuk dikatakan efektif dan maksimal, maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan: melakukan assessment yang komprehensif terhadap berbagai sumber utama lycopene, menghitung bioavailability lycopene, memeriksa populasi dengan asupan (intake) produk tomat yang tinggi, menghitung pola temporal karena diet tunggal atau pengukuran darah dalam jangka waktu tertentu belumlah cukup, cukup besar populasinya untuk mengevaluasi risiko relatifnya, meneliti apakah manfaat tomat atau lycopene itu dipengaruhi oleh faktor genetika yang dinamakan genetic polymorphisms, terutama berkenaan dengan DNA repair genes.



0 komentar

Database Anggota Aktif


No
Nama Anggota
J. Kelamin
Ttl
Agama
Gol.Darah
L
P
1
Ahmad Kholid
L

Giham Sukamaju, 14 Desember 1991
ISLAM
O
2
Iftika Nurfalita Sari

P
Wonodadi, 03 Agustus 1994
ISLAM
O
3
Irawansyah
L

Kebuayan, 17 Nopember 1993
ISLAM
AB
4
Joni Iskandar
L

Sukaraja, 10 Juni 1991
ISLAM
A
5
Novita Sari

P
Pulau Pisang, 05 November 1994
ISLAM
A
6
Panji Dewantara
L

Gumukmas, 23 Maret 1994
ISLAM
AB
7
Rizky Kurniawati

P
B. Lampung, 3 Juli 1995
ISLAM
A
8
Siti Marisah

P
B. Agung, 11 Agustus 1994
ISLAM
B
9
Yoni Nasution
L

Kebuayan, 20 Oktober 1994
ISLAM
A
10
Yusef Pebriansyah
L

Pelita Jaya, 28 Februari 1994
ISLAM
A
11
Agustia Linta Sari

P
Natar, 23 Agustus 1994
ISLAM
O
12
Akta Ristama
L

Kota Agung, 10 Oktober 1994
ISLAM
A
13
Alkausar
L

Kerbang Tinggi, 5 Oktober 1993
ISLAM
A
14
Gunawan
L

Kota Agung, 29 Desember 1993
ISLAM
B
15
Hendra Gunawan
L

Kerbang Tinggi, 03 Juli 1993
ISLAM
O
16
Maulidiah

P
Tribudisyukur, 22 Juli 1995
ISLAM
B
17
Melia Annisa Fitri

P
Krui, 18 Mei 1996
ISLAM

18
Mhd. Nazirwan
L

Way Nukak, 17 Juli 1995
ISLAM
AB
19
Nina Apriyana

P
Langkapura, 7 Januari 1996
ISLAM
A
20
Nur Hadijah

P
Talang Padang, 15 Februari 1994
ISLAM
O
21
Febri Ulandari

P
Baturaja, 15 Februari 1996
ISLAM
AB
22
Riska Apriyanti

P
Kebun Pisang, 16 April 1996
ISLAM
B
23
Tesa Amalia

P
Kotabumi, 28 Juni1996
ISLAM
B
24
Tira Fitriana Putri

P
Merbau Mataram, 14 November 1997
ISLAM
O
25
Abimanyu Satrio P
L

Bengkulu Selatan, 10 Mei 1997
ISLAM
O
26
Annisa Fatin N.A

P
Bandar Jaya, 29 Septembar 1995
ISLAM
B
27
Apriyani Eka Putri

P
Bandarlampug, 14 April 1995
ISLAM
A
28
Ayu Ulan Sari

P
Bukit Kemuning, 21 Agustus 1995
ISLAM
B
29
Damsi
L

Bandar Lampung, 7 Mei 1995
ISLAM
AB
30
Diana Apriliana

P
Fajar Bulan, 19 April 1996
ISLAM
A
31
Diana Apriliana

P
Fajar Bulan, 19 April 1996
ISLAM
A
32
Estu Mahanani

P
Gumukmas, 10 Mei 1996
ISLAM
A
33
Eva Risdaniati

P
Tanjung Rejo, 27 November 1996
ISLAM
O
34
Farisa Andanan

P
Talang Padang, 24 November 1995
ISLAM
AB
35
Fitri Marantika

P
Bukit Kemuning, 18 Februari 1996
ISLAM
B
36
Lathifa Nur Khasanah

P
Pajarisuk, 07 Maret 1996
ISLAM
B
37
Maryam

P
Pura Mekar, 25 Mei 1996
ISLAM
A
38
Mery Safitri

P
Pd. Ratu 16 Mei 1995
ISLAM
AB
39
Nadia Nabilla Rosya

P
B. Lampung, 13 Oktober 1996
ISLAM
B
40
Novi Rosmawati

P
Wonorejo, 13 Maret 1996
ISLAM
B
41
Novi Yuliandari

P
Tirta Kencana, 10 November 1995
ISLAM
B
42
Rahmad Hidayat
L

Metro, 17 November 1994
ISLAM
AB
43
Riyan Antoni
L

Sukananti, 17 Juli 1996
ISLAM
A
44
Rizki Septi Permata Sari

P
Wonosobo, 22 September 1995
ISLAM
A
45
Sari Efiyanti

P
Wira Bangun, 28 September 1996
ISLAM
B
46
Septi Indriyani

P
Banding Agung, 27 September 1996
ISLAM
O
47
Sri May Yati

P
Karyamulyasari, 22 Desember 1995
ISLAM
B
48
Sukmala Dewi

P
Bengkulu Utara, 12 Desember 1994
ISLAM
A
49
Tri Widodo
L

Tebing Tinggi, 27 Juni 1994
ISLAM
O
50
Umi Kartika

P
Kebumen, 30 Nopember 1997
ISLAM
O
51
Yogi Asmet Murdi
L

Padang, 25 Maret 1996
ISLAM
O
52
Zicilia Nurmega Sari

P
Natar, 8 September 1995
ISLAM
A
53
Ayu Rantika

P
Negara Ratu, 23 Agustus 1997
ISLAM
A
54
Fatin Zafitri

P

ISLAM
A
55
Vero Nika

P
Tulang Bawang, 14 Juni 1996
ISLAM
A
56
Lia Fatimah Junifer

P
Purajaya, 07 September 1996
ISLAM
B+
57
Aji Yusuf
L

Sragi, 26 April 1996
ISLAM
O
58
Mila Ardila

P
B. Lampung, 09 Maret 1997
ISLAM
O
59
Mega Selfia

P
B.Lampung, 08 November 1997
ISLAM

60
Yulia Ayu Lestari

P
Metro, 31 Juli 1997
ISLAM

61
Wanseha Fitri

P
Way Harong, 8 Februari 1997
ISLAM
O
62
Kurnia Widianti

P
Ngawi, 24 November 1996
ISLAM
B
63
M.Rahmat Hidayatullah
L

Kuripan, 09 November 1996
ISLAM
B
64
Venti Oktamelya

P
Tingal 05 Oktober 1996
ISLAM
A
65
Mareeyah Yusoh

P

ISLAM
AB
66
Sameela Yeeratee

P
Thailan, 23 Juni 1992
ISLAM
O
67
Rika Handayani

P
Way Tuba, 15 Desember 1995
ISLAM

68
Uswatun Khasanah

P
Panaragan Jaya, 30 Juni 1997
ISLAM
AB
69
Heni Yulianti

P
Simbar Waringin, 27 Juli 1997
ISLAM
B
70
M. Arofi
L

Kemiling, 07 Juli 1995
ISLAM
O
71
Alvin Al Fatih U.K
L

Tanjung Karang, 3 April 1997
ISLAM
A
72
Istikomah

P
Banding Agung, 27 Agustus 1996
ISLAM
A
73
Nova Nindarti

P
Pramuka Raya, 25 November 1996
ISLAM
A
74
Wahyuningsih

P
Buyut Baru, 24 September 1997
ISLAM
B
75
Isnaini.S

P
Padang Cermin, 18 Desember 1996
ISLAM
A
76
Pitri Robiyanti

P
Sukajadi, 08 Februari 1997
ISLAM
B
77
Lia Nur Hayati

P
Pugung Raharjo, 27 Juni 1996
ISLAM
O
78
Aldea Rosa

P
Suka Marga, 19 Februari 1997
ISLAM
B
79
Sri Handayani

P
Sirnagalih, 14 Maret 1996
ISLAM
B
80
Yundi Esa
L

Bandar Lampung, 23 Januari 1995
ISLAM
B
81
Ahmad Sugiarto
L

Sragen, 26 Juni 1992
ISLAM
A
82
Dunya Maming
L

Yarang, 8 Agustus 1991
ISLAM

83
Sulaiman Laseng
L

Maelan, 9 Februari 1992
ISLAM
B
84
Hamdi Salaebing
L

Yarang,11 November 1990
ISLAM
O
85
Faizal Akbar
L

Pulau Beringin, 30 Juli 1996
ISLAM
B
86
Sela Naufarrizki Kamalia

P

ISLAM




                                                                                                                                                                                                                      

0 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Created By: .| Divisi Penelitian dan Pengembangan |.
Copyright © 2016. KSR PMI Unit IAIN Raden Intan Lampung - Masa Bakti 2015-2016
Jl.Letkol H. Endro Suratmin Sukarame Bandarlampung
POS: 35131 E-Mail: ksrpmiradenintan@gmail.com